MANAJEMEN RISIKO
Perseroan secara konsisten menerapkan manajemen risiko dalam setiap aktivitas usaha. Penerapan manajemen risiko juga menjadi kepedulian setiap tingkat/level organisasi di Perseroan.
Sistem manajemen risiko Perseroan diterapkan guna mengevaluasi efektivitas lingkungan internal, penetapan tujuan, identifikasi kegiatan, penilaian risiko, pengelolaan risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, pengawasan.
FAKTOR RISIKO
Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko yang dapat mengakibatkan timbulnya dampak negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan. Risiko-risiko yang diungkapkan dalam uraian berikut merupakan risiko-risiko yang material bagi Perseroan serta faktor risiko usaha dan risiko umum disusun berdasarkan bobot dari dampak masing-masing risiko terhadap kinerja Perseroan.
A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN
- Risiko perkembangan teknologi
B. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN
- Risiko persaingan usaha
- Risiko ketergantungan terhadap Perusahaan Anak
- Risiko terkait pemutusan kerjasama dengan mitra dan klien
- Risiko investasi
- Risiko kegagalan Perseroan dan Perusahaan Anak untuk memenuhi peraturan perundangan-undangan yang berlaku dalam bidang usaha
- Risiko keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
- Risiko wabah penyakit menular yang serius di Indonesia atau di tempat lain
C. RISIKO UMUM
- Risiko kondisi perekonomian secara makro atau global
- Risiko perubahan kurs valuta asing
- Risiko ketentuan negara lain atau peraturan internasional
- Risiko tuntutan atau gugatan hukum
D. RISIKO BAGI INVESTOR
- Risiko likuiditas saham
- Risiko harga saham yang dapat berfluktuasi
- Risiko kemampuan Perseroan membayar dividen di masa depan akan bergantung pada laba ditahan, kondisi keuangan, arus kas dan kebutuhan modal kerja di masa depan
- Risiko penjualan saham di masa datang dapat mempengaruhi harga pasar saham Perseroan
MANAJEMEN RISIKO
Dalam menghadapi risiko-risiko utama terhadap faktor-faktor risiko, Perseroan menerapkan manajemen risiko untuk memitigasi faktor risiko yang dihadapi sebagai berikut:
Risiko perkembangan teknologi
Untuk menghadapi risiko perkembangan teknologi, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki divisi riset dan pengembangan agar Perseroan dan Perusahaan Anak dapat terus menawarkan inovasi seiring dengan berkembangnya teknologi dan perubahan perilaku konsumen di pasar.
Risiko persaingan usaha
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dan Perusahaan Anak menjalin hubungan baik dengan perusahaan-perusahaan besar dari berbagai sektor teknologi seperti Microsoft, Google dan Epson untuk mempertahankan wawasan dan kemampuan Perseroan dan Perusahaan Anak dalam mengikuti perkembangan yang ada.
Risiko ketergantungan terhadap Perusahaan Anak
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan atau perusahaan induk dapat mengembangkan kegiatan usaha lain yang menghasilkan, yang mana kegiatan usaha tersebut merujuk kepada maksud dan tujuan Perseroan. Dengan melakukan hal tersebut, Perseroan dapat memperoleh pendapatannya sendiri sehingga tidak lagi bergantung hanya pada kinerja Perusahaan Anak.
Risiko terkait pemutusan kerjasama dengan mitra dan klien
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dan Perusahaan Anak terus meningkatkan hubungan baik dengan setiap mitra yang ada, dan juga terus menambah kerjasama dengan mitra-mitra baru.
Risiko investasi
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan mengedepankan analisa sehingga setiap investasi yang terjadi dapat mempercepat pertumbuhan bisnis yang ada sesuai kontrak.
Risiko kegagalan Perseroan dan Perusahaan Anak untuk memenuhi peraturan perundang undangan yang berlaku dalam bidang usaha.
Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dan Perusahaan Anak menunjuk tim dan atau konsultan yang memiliki kompetensi untuk memastikan setiap bidang usaha yang dijalankan sudah memenuhi Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Risiko keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
Perseroan menerapkan information/knowledge sharing and open communication untuk SDM di berbagai level untuk memastikan bahwa project delivery tidak terganggu jika terdapat pergantian SDM. Perseroan juga menjaring SDM yang dibutuhkan secara rutin dan berkala melalui program edukasi ke komunitas-komunitas teknologi maupun universitas. Selanjutnya, cara pendekatan lain adalah mengakuisisi karyawan secara langsung dan melakukan program retensi atas sumber daya manusia yang sudah ada dengan menerapkan sistem insentif dan penghargaan, serta memberikan pelatihan, peluang dan jenjang karier yang jelas bagi karyawan Perseroan dan Perusahaan Anak.
Risiko wabah penyakit menular yang serius di Indonesia atau di tempat lain
Perseroan memiliki strategi dalam menanggulangi wabah penyakit penular yang serius di Indonesia atau di tempat lain untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan tidak terganggu. Perseroan akan selalu mengutamakan infrastruktur yang dibutuhkan dimasa COVID-19 ini dengan memberikan karyawan fasilitas yang memadai untuk tujuan kordinasi yang sebelumnya dilakukan secara offline. Perseroan juga mewajibkan untuk melakukan test COVID-19 secara berkala dan selalu menerapkan protokol kesehatan seperti yang dianjurkan. One time cost akan terjadi terhadap perubahan situasi karena wabah penyakit menular namun kegiatan operasional Perseroan tidak akan terganggu. Perseroan juga akan menerapkan strategi yang sama dengan wabah penyakit penular yang serius lainnya di masa depan (jika terjadi).
